Docker Pada Ubuntu
Mei 31, 2026 • •
Ubuntu Docker adalah salah satu kombinasi yang sangat populer untuk menjalankan aplikasi berbasis container di sistem Linux. Dengan Docker, pengguna Ubuntu dapat menjalankan berbagai aplikasi seperti database, web server, CMS, dashboard, hingga aplikasi produktivitas tanpa harus menginstalnya langsung ke sistem utama.
Artikel ini membahas apa itu Docker, cara install Docker CLI di Ubuntu, cara membuat dan mengelola container, serta contoh perintah penting Docker yang bisa digunakan sebagai pengingat saat bekerja melalui terminal Ubuntu.
Apa Itu Docker?
Docker adalah platform yang digunakan untuk menjalankan aplikasi di dalam lingkungan terisolasi yang disebut container. Container berisi aplikasi beserta dependensi yang dibutuhkan, sehingga aplikasi dapat berjalan lebih konsisten di berbagai sistem.
Jika biasanya aplikasi diinstal langsung ke sistem operasi, Docker memungkinkan aplikasi berjalan secara terpisah dari sistem utama. Dengan cara ini, instalasi menjadi lebih rapi, mudah dipindahkan, mudah dihapus, dan tidak terlalu mengganggu konfigurasi Ubuntu.
Contohnya, jika ingin menjalankan PostgreSQL, MariaDB, WordPress, Metabase, BookStack, Docmost, atau aplikasi lain, semuanya bisa dijalankan sebagai container Docker. Masing-masing aplikasi memiliki lingkungan sendiri, tetapi tetap bisa saling terhubung jika dikonfigurasi dengan benar.
Istilah Dasar Docker yang Perlu Dipahami
- Image: template atau paket dasar untuk membuat container.
- Container: aplikasi yang sedang berjalan dari sebuah image.
- Volume: tempat penyimpanan data agar tidak hilang ketika container dihapus.
- Network: jaringan virtual agar container bisa saling terhubung.
- Port: jalur akses dari komputer host ke aplikasi di dalam container.
- Docker CLI: perintah Docker yang dijalankan melalui terminal.
- Docker Compose: fitur untuk menjalankan beberapa container menggunakan file konfigurasi.
Cara Install Docker CLI di Ubuntu
Cara yang direkomendasikan adalah menginstal Docker Engine dari repository resmi Docker. Dengan metode ini, Docker bisa mendapatkan update langsung dari sumber resminya.
1. Update Repository Ubuntu
sudo apt update
2. Install Paket Pendukung
sudo apt install ca-certificates curl
3. Buat Folder Keyrings
sudo install -m 0755 -d /etc/apt/keyrings
4. Tambahkan GPG Key Resmi Docker
sudo curl -fsSL https://download.docker.com/linux/ubuntu/gpg -o /etc/apt/keyrings/docker.asc
5. Atur Permission GPG Key
sudo chmod a+r /etc/apt/keyrings/docker.asc
6. Tambahkan Repository Docker
sudo tee /etc/apt/sources.list.d/docker.sources <<EOF
Types: deb
URIs: https://download.docker.com/linux/ubuntu
Suites: $(. /etc/os-release && echo "${UBUNTU_CODENAME:-$VERSION_CODENAME}")
Components: stable
Architectures: $(dpkg --print-architecture)
Signed-By: /etc/apt/keyrings/docker.asc
EOF
7. Update Repository Setelah Menambahkan Docker
sudo apt update
8. Install Docker Engine dan Docker CLI
sudo apt install docker-ce docker-ce-cli containerd.io docker-buildx-plugin docker-compose-plugin
9. Cek Versi Docker
docker --version
Contoh hasilnya kurang lebih seperti ini:
Docker version 28.x.x, build xxxxxxx
10. Cek Status Service Docker
systemctl status docker
Jika Docker berjalan normal, biasanya akan terlihat status seperti ini:
active (running)
Menjalankan Docker Tanpa Sudo
Secara default, perintah Docker biasanya membutuhkan akses sudo. Agar lebih praktis, user Ubuntu bisa ditambahkan ke group docker.
sudo usermod -aG docker $USER
Setelah menjalankan perintah tersebut, lakukan logout lalu login kembali. Setelah itu, coba jalankan:
docker ps
Jika tidak muncul error permission, berarti Docker sudah bisa dijalankan tanpa sudo.
Cara Membuat Container Docker di Ubuntu
Untuk membuat container, Docker biasanya menggunakan perintah docker run. Perintah ini akan mengambil image dari Docker Hub jika image belum tersedia di komputer, lalu menjalankannya sebagai container.
Contoh Menjalankan Container Nginx
docker run -d --name web-nginx -p 8080:80 nginx
Penjelasan singkat:
-dberarti container berjalan di background.--name web-nginxmemberi nama container.-p 8080:80menghubungkan port 8080 di Ubuntu ke port 80 di container.nginxadalah image yang digunakan.
Setelah berjalan, buka browser dan akses:
http://localhost:8080
Perintah Dasar Docker yang Sering Digunakan
1. Melihat Container yang Sedang Berjalan
docker ps
2. Melihat Semua Container
docker ps -a
3. Menjalankan Container yang Sudah Ada
docker start nama-container
4. Menghentikan Container
docker stop nama-container
5. Restart Container
docker restart nama-container
6. Menghapus Container
docker rm nama-container
7. Melihat Image Docker
docker images
8. Menghapus Image Docker
docker rmi nama-image
9. Melihat Log Container
docker logs nama-container
10. Masuk ke Dalam Container
docker exec -it nama-container bash
Jika container tidak memiliki bash, gunakan:
docker exec -it nama-container sh
Contoh Perintah Docker untuk Pengingat di Terminal Ubuntu
Bagian ini berisi contoh perintah Docker yang bisa digunakan sebagai catatan pribadi saat mengelola beberapa container di Ubuntu. Contoh ini cocok untuk pengguna yang menjalankan beberapa aplikasi seperti Metabase, Odoo, Docmost, BookStack, WordPress, phpMyAdmin, Listmonk, PDFCraft, PostgreSQL, MariaDB, dan Redis.
Stop Semua Container yang Sering Dipakai
Jika semua aplikasi selesai digunakan, container bisa dihentikan agar penggunaan RAM dan CPU lebih ringan.
docker stop metabase odoo-web docmost bookstack wp-web phpmyadmin listmonk_app pdfcraft postgres-main mariadb-main redis-docmost
Membuat Alias Docker Agar Lebih Mudah
Jika sering menjalankan perintah Docker yang panjang, alias bisa dibuat di file .bashrc. Dengan alias, perintah panjang bisa diganti menjadi perintah pendek yang lebih mudah diingat.
1. Buka File .bashrc
nano ~/.bashrc
2. Tambahkan Alias Docker di Bagian Bawah File
alias docker-stop-all='docker stop $(docker ps -q)' alias docker-up-metabase='docker start postgres-main metabase' alias docker-up-odoo='docker start postgres-main odoo-web' alias docker-up-docmost='docker start redis-docmost docmost' alias docker-up-wp='docker start mariadb-main wp-web' alias docker-up-phpmyadmin='docker start mariadb-main phpmyadmin' alias docker-up-bookstack='docker start mariadb-main bookstack' alias docker-up-listmonk='docker start postgres-main listmonk_app' alias docker-up-pdfcraft='docker start pdfcraft'
Setelah selesai menambahkan alias, simpan file dengan cara tekan CTRL + O, lalu Enter, kemudian keluar dari nano dengan CTRL + X.
3. Aktifkan Perubahan .bashrc
source ~/.bashrc
4. Contoh Penggunaan Alias
Setelah alias aktif, perintah Docker bisa dijalankan lebih cepat seperti berikut:
docker-up-metabase
docker-up-odoo
docker-stop-all
Contoh Alias Sesuai Kebutuhan Aplikasi
Berikut contoh fungsi dari masing-masing alias Docker:
docker-up-metabaseuntuk menjalankan PostgreSQL dan Metabase.docker-up-odoountuk menjalankan PostgreSQL dan Odoo.docker-up-docmostuntuk menjalankan Redis dan Docmost.docker-up-wpuntuk menjalankan MariaDB dan WordPress.docker-up-phpmyadminuntuk menjalankan MariaDB dan phpMyAdmin.docker-up-bookstackuntuk menjalankan MariaDB dan BookStack.docker-up-listmonkuntuk menjalankan PostgreSQL dan Listmonk.docker-up-pdfcraftuntuk menjalankan PDFCraft.docker-stop-alluntuk menghentikan semua container yang sedang berjalan.
Cara Cek Container Setelah Dijalankan
Setelah menjalankan alias atau perintah docker start, cek apakah container sudah aktif:
docker ps
Contoh hasilnya bisa seperti berikut:
CONTAINER ID IMAGE COMMAND STATUS PORTS xxxxxxx metabase "/app/run" Up 1 minute 0.0.0.0:3000->3000/tcp xxxxxxx postgres "postgres" Up 1 minute 5432/tcp
Cara Stop Semua Container Aktif
Jika ingin menghentikan semua container yang sedang berjalan, gunakan:
docker stop $(docker ps -q)
Perintah ini akan mengambil semua ID container aktif dari docker ps -q, lalu menghentikannya dengan docker stop.
Cara Membersihkan Docker
Docker yang sering digunakan biasanya akan menyimpan image, cache, container lama, dan volume yang tidak terpakai. Untuk membersihkan container yang sudah berhenti, gunakan:
docker container prune
Untuk membersihkan image yang tidak terpakai:
docker image prune
Untuk membersihkan cache build:
docker builder prune
Jika ingin membersihkan resource Docker yang tidak digunakan, gunakan:
docker system prune
Catatan penting: hati-hati saat menggunakan perintah prune, terutama jika menggunakan opsi tambahan seperti -a atau menghapus volume. Pastikan data penting sudah dibackup terlebih dahulu.
Tips Menggunakan Docker di Ubuntu
- Gunakan nama container yang jelas agar mudah diingat.
- Gunakan volume untuk menyimpan data penting seperti database.
- Jangan langsung menghapus container sebelum memastikan datanya aman.
- Gunakan Docker Compose jika aplikasi memiliki banyak service.
- Rutin cek container aktif dengan
docker ps. - Matikan container yang tidak digunakan agar resource Ubuntu lebih ringan.
- Buat alias untuk aplikasi yang sering dijalankan.
Penutup
Docker adalah salah satu tools penting untuk pengguna Ubuntu yang sering menjalankan banyak aplikasi, terutama aplikasi berbasis server seperti database, CMS, dashboard, dan aplikasi self-hosted. Dengan Docker, aplikasi dapat dijalankan secara lebih rapi, terisolasi, dan mudah dikelola melalui terminal.
Untuk penggunaan harian, perintah seperti docker ps, docker start, docker stop, docker logs, dan docker exec adalah perintah dasar yang wajib dipahami. Jika memiliki banyak container, membuat alias di .bashrc akan sangat membantu agar proses menjalankan dan menghentikan aplikasi menjadi lebih cepat.
Dengan memahami dasar Docker di Ubuntu, pengguna dapat membangun lingkungan kerja yang lebih fleksibel, ringan, dan mudah dirawat, baik untuk belajar, testing aplikasi, maupun menjalankan layanan produktivitas pribadi.