Yang Tak Ku Mengerti ...

Yang Tak Ku Mengerti ...

November 25, 2013

Angin mendesah penuh gairah menerpa pundaku

semerdu renungan malam saat sang bintang saling berpeluk satu sama lain

rembulan menatap penuh kekosongan dengan mata penuh kecurigaan

aku diam, terduduk dan tertunduk seakan tak ingin kulihat semua

saat dimana aku tak kenal diriku dan tak jelas arah tujuanku

Mereka terus melambaikan tangan kesunyiannya

meraba setiap seluk kehampaan hari yang berselimutkan kesakitan

gesekkan tinta yang tak henti mengukir

setiap kata terurai lembut namun penuh dengan nada kasar

penuh dengan irama kekecewaan yang menyertakan hembusan amarah

dimanapun semua terungkap akan ada ujung penyesalan

hati merasa tenang, hati merasa gundah

Garisan waktu tak jua membawaku kesana

ke sebuah tempat dimana langit tak bisa lagi menaungiku

dan bumipun sudah takkan sanggup menjadi topanganku

tanpa sadar dan akupun tak pernah sadar

sampai saatnya tarikan hati membangunkan ketidakberdayaan otak ini

sampai saatnya alunan suara nyaris tak bisa kudengar lagi

Himpitan keraguan terus menyeretku ke jurang yang gelap tanpa hawa

penuh dengan api kenistaan dimana kemunafikan terbuang dan tersingkirkan

terus melaju tanpa rasa dan terus melayang raga tanpa nyawa

nyawa tak terasa namun kehidupan itu masih tersisa dalam dada

detaknya pun semakin kencang namun perlahan semakin melambat tak berasa

dimana sampailah sang raga di ujung ketidakadilan dunia

kotor dan terasa bau kehancuran menempel dalam balutan kulit penuh dosa

kembali terbangun dan kusebut semua yang kutulis di pikiranku

masih belum kurasakan angin kesadaran kembali kedalam tubuh dan membantuku untuk menatap dunia

gemercik kehidupan seolah hilang namun tetesan itu seakan menumbuhkan semua yang hilang

benih-benih kerinduan mulai tumbuh, dan berbuah

saat semua akan kembali pada waktu yang ditentukan

disanalah sebuah pertemuan akan dimulai dan akan segera berakhir

sekejap kuterdiam ....

Sudahlah dan sadarlah ...

bangunlah dan bangkitlah ...

Berdirilah dan larilah ...

Hingga semua kau raih dan sudahilah semua dengan menurunkan kelopak mata mu sampai kau terbenam dalam kedamaian